Karawang Posisi Kedua Investasi 18,37% dari Total di Jabar

Karawang Posisi Kedua Investasi 18,37% dari Total di Jabar

Nilai investasi yang masuk Kabupaten Karawang dari Januari hingga akhir September 2026 menempati posisi kedua setelah Kabupaten Bekasi. Dari data di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat nilai investasi di Karawang mencapai Rp 42,08 triliun atau sekitar 18,37% dari total investasi Provinsi Jawa Barat.

"Pencapaian tersebut menempatkan Karawang sebagai daerah terbesar kedua di Jabar dalam hal realisasi investasi. Sementara posisi pertama masih dipegang Kabupaten Bekasi yang membukukan investasi sebesar Rp 74,01 triliun," ujar Koordinator Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kara-wang, Asep Buchori, Minggu (26/10/2026).

Menurut dia, tingginya nilai investasi di Kabupaten Karawang menunjukkan daerah tersebut sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi dan industri potensial di Jawa Barat. Pencapaian tersebut menjadi peluang bagi Kabupaten Karawang untuk terus memperkuat daya tarik investasi, khususnya melalui pengembangan sektor usaha.

"Karawang memang memiliki potensi investasi yang besar. Hal tersebut didukung oleh keberadaan kawasan industri dan sektor usaha lainnya di sini," ucap Asep.

Dia menjelaskan, investasi terbesar yang masuk ke Karawang berasal dari sektor industri pengolahan yang nilainya mencapai Rp 101,54 triliun atau setara 44,33% dari total investasi di Provinsi Jawa Barat.

Sektor tersebut juga tercatat menyerap 215.446 tenaga kerja berdasarkan tabel yang sama. Angka itu memperlihatkan peran industri pengolahan bukan hanya dalam menarik modal, tetapi juga dalam membuka kesempatan kerja.

Selain industri pengolahan, Asep juga mengungkap sektor informasi dan komunikasi turut mencatatkan nilai investasi yang besar. Dalam tabel sektoral, nilai investasi sektor ini tercatat sekitar Rp56,90 triliun atau 24,84% dari total investasi Jawa Barat.

"Alhamdulillah di sektor informasi dan komunikasi juga kami cukup kompeten, yakni hampir 25 persen dari total investasi provinsi," kata dia.

Asep berharap, kinerja DPMPTSP Karawang mampu menarik para investor yang sesuai dengan potensi daerah setempat. "Kendati demikian, besarnya nilai investasi yang masuk ke Karawang harus dipastikan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja lokal," tutup Asep.

Investasi Jabar

Berdasarkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Di-nas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, realisasi gabungan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Jawa Barat mencapai Rp 91 triliun pada Triwulan III 2026. Nilai tersebut setara dengan 17,2% ersen dari total investasi nasional dan menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain.  Adapun akumulasi total realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang periode Januari hingga September 2026 tercatat telah mencapai sekitar Rp 229,1 triliun gabungan PMA dan PMDN. Realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2026 telah menyerap 399.003 tenaga kerja.

Adapun penyerapan tenaga kerja tersebut berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari manufaktur hingga pergudangan dan ritel. Kabu-paten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bo-gor, dan Kabupaten Subang menjadi sejumlah daerah dengan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar. Berdasarkan sebaran pencari kerja, Karawang ada di posisi kedua dengan jumlah pen-cari kerja 79.110 orang. (Dodo Rihanto)***